Sarahlistiarakhma's Blog

Icon

Just another WordPress.com site

Strategi dan Perencanaan Pembangunan Ekonomi Indonesia di Masa yang Akan Datang & Peta Perekonomian (Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara)

1.  Strategi dan Perencanaan Pembangunan Ekonomi Indonesia di Masa yang Akan Datang

Pengertian perencanaan ekonomi menurut  Conyers & Hills (1994) “perencanaan” didefinisikan sebagai ”suatu proses yang bersinambungan”, yang mencakup “keputusan-keputusan atau pilihan-pilihan berbagai alternatif penggunaan sumber daya untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu pada masa yang akan datang.

Perencanaan sering disamakan dengan sistem politik suatu negara seperti kapitalis, sosialis, dan campuran. Setiap bentuk campur tangan pemerintah dalam masalah ekonomi diartikan juga sebagai perencanaan. Perencanaan dapat dikatakan sebagai teknik atau cara untuk mencapai tujuan dan sasaran tertentu yang telah ditetapkan sebelumnya serta telah dirumuskan oleh Badan Perencanaaan Pusat.

Perencanaan ekonomi adalah usaha secara sadar dari suatu pemerintahan untuk mempengaruhi, mengarahkan, serta mengendalikan perubahan variabel-variabel ekonomi yang utama ( misalnya GDP, Konsumsi, Investasi, tabungan, dll ). Suatu rencana ekonomi bisa juga dianggap serangkaian sasaran (target) ekonomi secara kuantitatif yang khusus dan harus dicapai dalam jangka waktu tertentu.

Pemerintah Indonesia akan menajamkan fokus ekonomi lima tahun ke depan pada industri manufaktur. Hal ini dilakukan untuk percepatan pembangunan sekaligus meningkatkan pendapatan negara.

Perekonomian dunia dalam sepuluh tahun terakhir semakin dinamis, yang ditandai dengan semakin kuatnya kemajuan industri di negara-negara berkembang di bagian selatan; seperti Tiongkok, India, dan Singapura. Dengan kemajuan yang semakin pesat di kawasan ini, Indonesia dituntut untuk merumuskan suatu kebijakan ekonomi (masterplan) yang strategis dan tepat sasaran, agar dapat menyeimbangkan pergerakan ekonomi regional dan global. Demikian yang disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dalam sidang kabinet akhir tahun bidang ekonomi, yang berlangsung satu hari penuh di Istana Bogor, Kamis.

Secara terpisah, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Radjasa, kepada wartawan menjabarkan, pemerintah akan membangun cluster atau wilayah, untuk memaksimalkan potensi ekonomi di setiap daerah. Sejumlah koridor utama adalah Sumatera dan Jadebotabek, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, dan Bali. Untuk sepuluh tahun ke depan, Indonesia berencana untuk bergerak dari industri bahan mentah menuju industri manufaktur, yang menyerap banyak tenaga kerja.

Sumber:

http://jurnal.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/81081624.pdf

http://www.voanews.com/indonesian/news/Masterplan-Ekonomi-Indonesia-akan-Fokus-Pada-Industri-Manufaktur-112682049.html

2. Peta Perekonomian (Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara)

Minahasa dahulu disebut Tanah Malesung adalah kawasan di dalam provinsi di semenanjung Sulawesi Utara di Indonesia, sesuatu daerah yang indah, terletak di bagian utara timur pulau Sulawesi. Minahasa juga terkenal oleh sebab tanahnya yang subur yang menjadi rumah tinggal untuk berbagai variasi tanaman dan binatang, didarat maupun dilaut. Tertutup dengan daunan hijau pepohonan kelapa dan kebun-kebun cengkeh, tanah itu juga menyumbang variasi buah-buahan dan sayuran yang lengkap. Fauna Sulawesi Utara mencakup antara lain binatang langka seperti burung Maleo, Cuscus, Babirusa, Anoa dan Tangkasi.

a.  Geografis & Kependudukan

Ibu kota Kabupaten Minahasa, Tondano, dengan luas 4.626 km². Jumlah penduduk pada 2006 sebesar 304.298 jiwa. Pembagian administratif meliputi 19 kecamatan 19.  Kebanyakan penduduk Minahasa adalah orang yang beragama Kristen, yang ramah dan salah satu suku-bangsa yang paling dekat dengan negara barat. Hubungan pertama dengan orang Eropa terjadi saat pedagang Spanyol dan Portugal tiba disana. Saat orang Belanda tiba, agama Kristen tersebar terseluruhnya. Tradisi lama jadi terpengaruh oleh keberadaan orang Belanda. Kata Minahasa berasal dari konfederasi masing-masing suku-bangsa dan patung-patung yang ada jadi bukti sistem suku-suku lama.

b. Mata Pencaharian

Sumber mata-pencaharian orang Minahasa, selain sumber pendapatannya  dari sektor pertanian,  juga mengandalkan sumber-sumber  lain yang tersebar pada sektor-sektor formal maupun informal, seperti yang diidentifikasi  di bawah ini.

Sektor Formal, dalam bidang publik/pemerintahan meliputi pegawai negeri sipil/PNS (dosen, guru, birokrat) serta menjadi abdi negara sebagai anggota TNI-POLRI.  Dan juga mereka yang kini berstatus sebagai pensiunan atau anggota veteran/LVRI. Dalam bidang swasta meliputi usaha-usaha konstruksi (pemborong), pengadaan barang, perkapalan, perikanan, peternakan dan usaha jasa yang berkaitan dengan perhotelan, restoran, salon, rental (properti, transportasi, hiburan), maupun sebagai karyawan swasta/buru (pabrik, perkantoran, pertokoan, foto copy, café/restoran).

Sektor Informal, meliputi usaha-usaha sebagai pedagang  kaki lima (rumah makan khas Minahasa), sopir, perbengkelan, pertukangan (tukang sol sepatu, reperator alat-alat elektronik, bas bangunan), penambangan emas, peternak dan usaha nelayan, tibo-tibo, calo (makelar), sopir, kondektur, buru bangunan, serta menjadi pembantu rumah tangga.

Secara umum dapat dikatakan, kehidupan ekonomi di sektor-sektor non-pertanian ini, didominasi oleh PNS maupun anggota TNI/POLRI. Sementara di sektor swasta itu sendiri, didominasi oleh pengusaha yang bergerak di bidang jasa konstruksi (kontraktor), properti (developer), media massa dan perkebunan. Khusus mengenai usaha-usaha di sektor non-pertanian yang dianggap merupakan identitas khas budaya ekonomi orang Minahasa, di mana di masing-masing pakasa’an memilikinya dapat disimak  di bawah ini.

 

c. Pariwisata

1. Bukit Kasih: Bukit kasih adalah salah satu tenpat wisata terkenal di Sulawesi Utara. Objek wisata ini pertama kali di Resmikan oleh Gubernur Sulawesi Utara Drs. A.J. Sondakh. Di tempat ini terdapat banyak tempat rekreasi lain seperti Kolam renang selain itu ditempat ini juga terdapat tempat-tempat ibadah lima agama resmi di Indonesia.
Soal makanan tidak perlu kwatir karan ditempat ini tersedia banyak warung makan yang menjual bernaneka macam macam makanan seperi milu bakar dan milu rebus yang dimasak langsung dari sumber air panas ditempat ini.Objek wisata ini terletak di desa Kanonang Kecamatan
Kawangkoan.

2. Watu Pinabetengan :Dalam bahasa Tontemboan Pinabetengan berarti tempat membagi-bagi dikarenakan dalam sejarah ditempat ini para dotu(nenek moyang minahasa) membagi-bagi daerah agar tidak terjadi Perselisihan dikarenakan terjadinya perselisihan. Objek wisata ini terletak di desa Pinabetengan Kecamatan Tompaso(lama).(Minahasa Induk)

3.Air Terjun Kali : Terdapat didesa Kali Kecamatan Lota, sekitar 20KM dari Manado. Air terjun ini memilki tinggi sekitar 60.

4. Pantai Kawurukan :Sebuah resort pantai yang terletak diMinahasa, udara sejuk dan pantai yang bergelombang merupakan tempai berlibur yang menyenangkan. Ditempat ini terdapat sebuah batu yang disebut Batu Nona. Pantai ini terletak di desa Kema Kecamatan Kauditan, sekitar 35KM dari Manado.(Minahasa Induk)

5. Goa Jepang : Merupakan peninggalan Kolonial Jepang dan merupakan tempat berlidung. Goa ini terletak di Kecamatan Kawangkoan sekitar 40KM dari Manado tempat ini sering kali diikunjugi oleh Wisatawan asing maupun Lokal, disekitar tempat ini pun terdapat objek wisata lain yaitu Ranowangko(air besar/deras). Objek wisata ini terletak di desa Kanonang Kecamatan Kawangkoan.

6. Danau Tondano: Merupakan danau terbesar di Sulawesi Utara, airnya dimanfaatkan sebagai Pembangit Listrik Tenaga Air(PLTA). Namun akibat erosi dari sungai dan tumbuhan liar enceng gondok maka mengakibatkan pendangkalan. Objek wisata ini terletak di Tondano yang merupakan ibu kota dari Minahasa Induk

7. PASO : Adalah tempat pemandian air panas yang terletak di Kecamatan Kawangkoan.

8. Tanjung Merah : Objek wisata pantai yang terletak di Girian


Sumber:

http://id.wikipedia.org/wiki/Minahasa

http://manado.antaranews.com/berita/12788/profil-kabupaten-minahasa

http://www.minahasa.go.id/

http://www.crc.uri.edu/download/TE-02_08-I_Profil_Pariwisata_NSul.pdf

http://sosbud.kompasiana.com/2010/10/31/ragam-mata-pencaharian-hidup-non-pertanian-orang-minahasa/




Filed under: tugas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: