Sarahlistiarakhma's Blog

Icon

Just another WordPress.com site

Kondisi Perkoperasian di Indonesia

Munculnya koperasi di dunia disebabkan oleh tidak dapatnya dipecahkannya masalah kemiskinan atas dasar individualisme.  Koperasi yang pertama lahir pertama di Inggris pada tahun 1844 berusaha mengatasi masalah keperluan konsumsi para anggotanya dengan cara kebersamaan yang dilandasi atas dasar prinsip-prinsip keadilan yang selanjutnya menelorkan prinsip-prinsip keadilan yang dikenal dengan “Rochdale Principles”. Dan dalam waktu yang bersamaan di Prancis lahir koperasi yang bergerak di bidang produksi dan di Jerman lahir koperasi yang bergerak di bidang simpan pinjam.

Di Indonesia sendiri pertumbuhan koperasi dimulai sejak tahun 1896 dan berkembang dari waktu ke waktu sampai saat ini. Pertumbuhan koperasi di Indonesia dipelopori oleh R. Aria Wiriatmadja patih di Purwokerto (1896), mendirikan koperasi yang bergerak dibidang simpan pinjam. Untuk memodali koperasi tersebut selain beliau menggunakan uangnya sendiri, beliau juga menggunakan kas masjid yang dipegangnya. Namun setelah beliau mengetahui bahwa hal tersebut tidak di benarkan, maka uang kas masjid tersebut telah di kembalikan dengan utuh pada posisi semestinya.

Pada tahun 1929 Partai Nasional Indonesia di bawah pimpinan Ir.Soekarno menyelenggarakan kongres koperasi di Betawi. Keputusan kongres tersebut menyatakan bahwa untuk meningkatkan kemakmuran penduduk harus didirikan berbagai macam koperasi di seluruh Pulau Jawa khususnya dan di Indonesia pada umunya.

Maka, pada akhir tahun 1930 didirikan Jawatan Koperasi yang bertujuan untuk menggiatkan pertumbuhan koperasi, dengan tugas:

  1. Memberikan penerangan kepada pengusaha-pengusaha Indonesia mengenai seluk bleuk perdagangan;
  2. Dalam rangka peraturan koperasi No 91, melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap koperasi-koperasi, serta memberikan penerangannya;
  3. Memberikan keterangan-keterangan tentang perdagangan pengankutan, cara-cara perkreditan dan hal ihwal lainnya yang menyangkut perusahaan;
  4. Penerangan tentang organisasi perusahaan;
  5. Menyiapkan tindakan-tindakan hokum bagi pengusaha Indonesia

Setelah Indonesia memproklamirkan kemerdekaanya, dengan tegas perkoperasian ditulis di dalam UUD 1945. Dan DR. H. Moh Hatta sebagai salah seorang “Founding Father” Republik Indonesia, berusaha memasukkan rumusan perkoperasian di dalam “konstitusi”.

Pada saat ini keberadaan koperasi telah dirasakan peran dan manfaatnya bagi masyarakat, walaupun derajat dan intensitasnya berbeda. Setidaknya sekarang terdapat tiga eksistensi koperasi bagi masyarakat:

  • Pertama, koperasi dipandang sebagai lembaga yang menjalankan suatu kegiatan atau usaha tertentu, dan kegiatan usaha tersebut diperlukan oleh masyarakat. Kegiatan yang dimaksud biasanya berupa pelayanan kebutuhan keuangan atau perkreditan, atau kegiatan pemasaran, atau kegiatan lain. Peran koperasi ini juga terjasi jika pelanggan memang tidak memiliki aksesbilitas pada pelayanan dari bentuk lembaga lain. Hal ini dapat dilihat pada peran dari beberapa Koperasi Kredit dalam menyediakan dana yang relative mudah bagi anggotanya dibandingkan dengan prosedur yang harus di tempuh untuk memperoleh dana dari bank.
  • Kedua, koperasi telah menjadi alternative bagi lembaga usaha lain. Pada kondisi ini masyarakat telah merasakan bahwa manfaat dan peran koperasi lebih baik dibandingkan dengan lembaga lain. Keterlibatan anggota dengan koperasi adalah karena pertimbangan rasional yang melihat koperasi mampu memberikan pelayanan yang lebih baik.
  • Ketiga, koperasi menjadi organisasi yang dimiliki oleh anggotanya. Rasa memiliki ini dinilai telah menjadi factor utama yang menyebabkan koperasi mampu bertahan pada berbagai kondisi sulit, yaitu dengan mengandalkan loyalitas anggota dan kesediaan anggota koperasi untuk bersama-sama menghadapi kesulitan.

Masih cukup besar harapan kita kepada kemajuan koperasi. Dengan berjalannya waktu keadaan koperasi sudah kembali normal dan juga terjadi peningkatan. Indonesia terus berusaha menciptakan perekonomian Indonesia yang berbasis koperasi. Keadaan seperti ini sudah mulai terlihat jelas dengan banyakanya pembangungan Koperasi Unit Desa (KUD) di berbagai daerah-daerah di Indonesia, dalam pengoperasiannya masyarakat desa sangat terbanu dengan adanya KUD tersebut. Selain itu pemerintah pun ikut andil dalam usaha meningkatkan kualitas perkoperasian di Indonesia.

Tidak berhenti samapai disitu pemerintahpun gencar mensosialisasikan keuntungan yang didapat jika menjadi anggota koperasi. Kegiatan pemerintah tersebut adalah salah satu bentuk usaha dalam memajukan perekonomian di Indonesia yang saat ini masih dalam keadaan terpuruk. Dengan koperasi pula sangat diharapkan dapat mengangkat derajat perekonomian Indonesia, juga pula untuk keluar dari masalah kemiskinan. Koperasi pun juga dimanfaatkan sebagai alternative pengurangan pengangguran yang ada di Indonesia saat ini, dengan adanya koperasi diharapkan bahwa para pengangguran bisa memanfaatkannya untuk membangun usaha sendiri.

Meskipun faktanya Indonesia masih belum mampu untuk mencapai kemakmuran dalam perekonmiannya. Tapi Indonesia tetap optimis dan selalu berusaha bahwa suatu saat akan mencapai kemakmuran. Dan itu semua tidak lepas dari kerjasamanya antara pemerintah dan rakyat itu sendiri.

SUMBER:

ü http://www.smecda.com/kajian/files/hslkajian/sejarah_perkemb_kop.pdf

ü http://indonesiaindonesia.com/f/8619-koperasi-indonesia-potret-tantangan/

Filed under: tugas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: