Sarahlistiarakhma's Blog

Icon

Just another WordPress.com site

SENGKETA INTERNASIONAL

Sengketa Internasional disebut dengan perselisihan yang terjadi antara Negara dan Negara, Negara dengan individu atau Negara dengan badan-badan / lembaga yang menjadi subjek internasional.

Sengketa tersebut terjadi karena berbagai sebab, antara lain :

  1. Salah satu pihak tidak memenuhi kewajiban dalam perjanjian Internasional.
  2. Perbedaan penafsiran mengenai isi perjanjian Internasional.
  3. Perebutan sumber-sumber ekonomi
  4. Perebutan pengaruh ekonomi
  5. Adanya intervensi terhadap kedaulatan Negara lain
  6. Perluasan pengaruh politik& ideologi terhadap negara lain
  7. Adanya perbedaan kepentingan
  8. Penghina terhadap harga diri bangsa
  9. Ketidaksepahaman mengenai garis perbatas-an antar negara yang banyak yang belum tersele-saikan melalui mekanisme perundingan (bilateral dan ).
  10. Peningkatan persenjataan dan eskalasi kekuatan militer baik oleh negara-negara yang ada di kawa-san ini, maupun dari luar kawasan.
  11. Eskalasi aksi terorisme lintas negara, dan gerakan separatis bersenjata yang dapat mengundang kesalahpahaman antar negara bertetangga.

Faktor-faktor yang dapat menyulut persengketaan antar negara dimaksud antara lain:

  1. Ketidaksepahaman mengenai garis perbatas-an antar negara yang banyak yang belum tersele-saikan melalui mekanisme perundingan (bilateral dan ).
  2. Peningkatan persenjataan dan eskalasi kekuatan militer baik oleh negara-negara yang ada di kawa-san ini, maupun dari luar kawasan.
  3. Eskalasi aksi terorisme lintas negara, dan gerakan separatis bersenjata yang dapat mengundang kesalahpahaman antar negara bertetangga.

Faktor potensial yang dapat menyulut per-sengketaan terbuka itu antara lain:

  1. Implikasi dari internasionalisasi konflik internal di satu negara yang dapat menyeret negara lain ikut dalam persengketaan.
  2. Pertarungan antar elite di suatu negara yang karena berbagai faktor merambat ke luar negeri.
  3. Meningkatnya persaingan antara negara-negara maju dalam membangun pengaruh di kawa-san ini. Konfliknya bisa berwujud persengketaan antar sesama negara maju, atau salah negara maju dengan salah satu negara yang ada di kawasan ini. Meski masih bersifat samar-samar, namun indikasinya dapat dilihat pada ketidaksukaan Jepang terhadap RRC dalam soal penggelaran militer di perairan Laut Cina Selatan yang dianggap menggangu kepentingan nasional Jepang. Sedangkan dalam konteks Indonesia, ASEAN, dan negara-negara maju, gejala serupa yang dilatarbelakangi oleh konflik kepentingan (conflict of interesf) juga tercermin pada penolakan Amerika Serikat terhadap usul Indonesia dan Malaysia mengenai pembentukan “Kawasan Bebas Nuklir Asia Tenggara” (South East Asia Nuclear Free Zone) beberapa tahun lampau.
  4. Eskalasi konflik laten atau konflik intensitas rendah (low intensity) antar negara yang berkem-bang melampaui ambang batas toleransi keamanan regional sehingga menyeret pihak ketiga terlibat didalamnya. Ini biasanya, bermula dan “dispute territorial” antar negara terutama mengenai garis batas perbatasan antar negara.
SUMBER :

Filed under: tulisan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: