Sarahlistiarakhma's Blog

Icon

Just another WordPress.com site

Bisnis yang Tersandung Masalah Hukum

Senin (22/08/2011) Charlie Sianipar telah didakwa dua pasala dengan masing-masing hukuman 5 tahun dan 1 tahun penjara. Kasus ini serupa dengan kasus dua mahasiswa ITB Dian dan Randy, keduanya di seret ke dalam meja hijau terkait dengan Apple iPad yang tidak dilengkapi dengan buku panduan berbahasa Indonesia.

Akhir tahun lalu, polisi dan jaksa menangkap Charlie pedagang gadget di Mall Ambasador karena menjual iPad tanpa melampirkan label sertifikasi dari Dirjen Postel Kemenkominfo. Untuk menepis tuduhan tersebut, lewat pengacaranya, Charlie membawa setumpuk bukti.

“Dalam situs Dirjen Postel Kemenkominfo yang dapat diakses luas, disebutkan bahwa unit yang disita polisi dan jaksa yakni iPad 3G Wifi 64Gb telah memperoleh sertifikat. Yang mengajukan adalah PT Sarindo Putrapersada tertanggal 22 Juli 2010 ,” kata pengacara Charlie, Andi Simangunsong, kepada majelis hakim yang diketuai Yonisman di PN Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Senin 17 Oktober 2011.

Dengan sertifikasi yang belaku umum tersebut, praktis iPad yang dijual Charlie yang memiliki spesifikasi sama persis, terbebas dari kewajiban sertifikasi. Hal itu diamini oleh ahli yang diajukan jaksa yakni Dirjen Postel Kemenkominfo, Subagyo.

“Karena tidak mungkin kita menguji semua unit iPad yang masuk ke Indonesia. Kalau ada importir mengimpor 1.000 unit dengan spesifikasi yang sama, kita ambil sampel lalu kita uji. Dan kalau lolos, kita beri label (untuk semua unit) untuk menunjukan lolos sertifikasi,” ucap Subagyo.

Bila mengikuti sidang, kehadiran saksi-saksi ahli yang memberikan kesaksian semakin memperjelas bahwa keahlian saksi kini pun wajib diragukan. Kedua saksi ahli itu yakni Dirjen Standarisasi Pemberdayaan Konsumen Kementerian Perdagangan, Aman Sinaga dan staf ahli Dirjen Postel Kemenkominfo, Subagyo. Perlu diketahui, kedua saksi ahli ini sebelumnya sudah dua kali mangkir dari persidangan.

Keduanya menjadi ahli untuk terdakwa Charlie Sianipar yang diajukan jaksa Samadi Budisyam. Uniknya, baik Samadi dan juga kedua saksi ahli sama-sama menyatakan tidak bisa memainkan iPad.

Selain persoalan buku manual berbahasa Indonesia yang dianggap tidak ada, polisi dan jaksa kompak menjerat pedagang gadget di Mall Ambasador, Charlie Sianipar dengan tudingan tidak mampu menyediakan kartu garansi untuk barang yang ia jual.

Alhasil, ketidakmampuan menyediakan kartu garansi tersebut membuat polisi dan jaksa mendudukan Charlie di pengadilan sebagai terdakwa. Mendapat tuduhan tersebut, pengacara Charlie, Andi Simangunsong justru menjajal pengetahuan polisi serta jaksa tersebut saat sidang di PN Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Rabu (21/9/2011).

“Kenapa terdakwa duduk di sini?” tanya Andi kepada saksi yang menggeledah toko Charlie di Mall Ambasador, Brigadir Satu (Briptu) Atang Setiawan.

“Karena menjual barang yang tidak diperbolehkan masuk ke Indonesia. Tidak punya buku manual berbahasa Indonesia dan tidak ada kartu garansi,” jawab Atang.

“Saudara tahu tidak, iPad itu diberi garansi, garansi internasional? Tahu maksudnya garansi internasional apa tidak?” ucap Andi memperdalam pertanyaan.

“Tidak tahu. Kartu Garansi kan yang lembaran itu,” jawab Briptu Atang.

Mendapat jawaban tesebut, pengacara Charlie semakin yakin kliennya tidak bersalah. Sebab, polisi serta jaksa yang meneruskan kasusnya ke pengadilan tidak memahami tuduhannya sendiri. Ketidaktahuan polisi tersebut akan menjadi salah satu bahan pembelaan (pledoi) Charlie pada sidang selanjutnya.

“Kartu gaansi internasional itu diperoleh dengan memasukan kode tertentu setelah membeli iPad lalu terhubung dengan pusat data Apple. Dimana pun rusak, di negara manapun, bisa dibetulkan di situ juga tidak perlu pulang ke Indonesia,” urai Andi Simangunsong usai sidang. Sementara Briptu Atang menyatakan kecewa dengan pertanyaan pengacara yang dianggap memojokan dirinya.

“Saya itukan hanya petugas lapangan, menerima perintah, laksanakan. Pertanyaan di sidang itu seharusnya buat atasan saya, bukan buat saya,” kelit Atang setelah persidangan selesai.

Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan membebaskan terdakwa Charlie “iPad” Mangapul Sianipar dari segala tuntutan jaksa.Hakim menilai dakwaan penjualan iPad tanpa buku panduan manual berbahasa Indonesia dan sertifikasi tidak terbukti.

“Mengadili, menyatakan terdakwa Charlie Mangapul Sianipar tidak terbukti bersalah. Maka terdakwa harus dibebaskan dan dipulihkan nama baiknya,” kata Ketua Hakim Yonisman, dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (14/3).

Dalam amar putusan hakim, dakwaan Jaksa Penutut Umum (JPU) mengenai tidak adanya buku panduan berbahasa Indonesia dan sertifikasi itu tidak terbukti. Karena buku panduan tersebut telah ada di dalam lebel iPad itu sendiri yang dapat dilihat di regulatory. Mendengar putusan itu, jaksa akan mengajukan kasasi. “Iya kita ajukan kasasi,” kata Jaksa Yoklina.

Sebelumnya, JPU menuntut Charlie selama enam bulan penjara pada Rabu (11/1). Charlie juga dikenai denda Rp 5 juta subsider dua bulan kurungan. JPU dalam dakwaanya menyebutkan bahwa Charlie memperdagangkan perangkat telekomunikasi berupa iPad merek Apple yang tak sesuai persyaratan teknis. Sebagaimana diatur Pasal 52 jo, Pasal 32 ayat (1) UU RI No 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi. Sedangkan pasal 62 ayat (1) jo Pasal 8 Ayat (1) huruf j UU RI No 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman pidana 5 tahun Jaksa tidak dapat membuktikannya, dan terdakwa pun bebas dari jeratan tersebut.

Kasus Charlie berawal pada 2 November 2010, saat Charlie mendemonstrasikan petunjuk pemakaian dan fungsi perangkat Ipad tersebut. Charlie juga mempromosikan iPad melalui forum Jual Beli Kaskus. Namun tiba-tiba, seorang polisi menangkap dan menyita barang bukti berupa 14 unit iPad. Charlie tidak ditahan, namun 14 unit iPad seharga Rp 9 juta per unit disita polisi. Peristiwa itu terjadi pada tahun 2010, satu bulan kemudian di saat Charlie baru membuka usahanya di Mal Ambasador.(MEL).

Setelah proses persidangan yang berlarut-larut, akhirnya Charlie diputuskan bebas dan bisa berjualan iPad lagi. Ternyata selama ini Kejagung “hanya” misinterpretasi dalam memandang peraturan-perundangan pada industri telekomunikasi.

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Rabu (14/3), memvonis bebas terdakwa kasus perdagangan iPad Charlie Mangapul Sianipar. Dalam putusannya, majelis hakim yang diketuai Yonisman menyatakan, terdakwa secara sah tidak terbukti bersalah sebagaimana yang didakwakan jaksa penuntut umum (JPU).

Majelis juga memerintahkan jaksa agar memulihkan nama baik terdakwa dan meminta 14 unit iPad yang disita dikembalikan kembali pada Charlie. Senyum Charlie pun semakin terbuka lebar. Saat berfoto bersama saksi ahli Dirgayuza Setiawan, Charlie yang mengenakan kemeja hitam itu membawa serta iPadnya.

Dari awal kasus Charlie memang tidak jelas. Dia ditangkap atas tuduhan menjual barang secara ilegal (tanpa panduan manual & izin Dirjen Postel), tapi hanya dia seorang yang ditangkap sementara belasan pedagang lainnya masih bebas berjualan.

Kemudian tuduhan yang dikenakan pun bisa dipatahkan dengan segera oleh saksi Dirgayuza Setiawan: izin Dirjen Postel ternyata ada terdapat di setiap unit iPad, sementara panduan manualnya bisa didapatkan dengan cuma-cuma di website apple.

Semakin tidak jelas lagi ketika Charlie diputuskan tidak bersalah dengan bukti-bukti yang sangat kuat, jaksa justru mengajukan kasasi. Meski akhirnya Charlie (kembali) divonis bebas, wajar kalau semua orang jadi bertanya-tanya kepada Kejagung.

SUMBER:

–          http://hukum.kompasiana.com/2011/10/18/pak-polisi-charlie-%E2%80%98ipad%E2%80%99-gak-bersalah/

–          http://news.detik.com/read/2011/09/22/033234/1727801/10/polisi-tak-tahu-ipad-sudah-mendapat-kartu-garansi-internasional

–          http://teknologi.kompasiana.com/gadget/2012/03/15/charlie-ipad-dan-misinterpretasi-hukum-oleh-kejagung/

http://cgeatpe.blogspot.com/2012/03/heboh-kasus-jualan-ipad-di-kaskus.html

Filed under: tugas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: