Sarahlistiarakhma's Blog

Icon

Just another WordPress.com site

Anjak Piutang

Anjak piutang atau yang lebih dikenal dengan istilah factoring adalah perusahaan yang kegiatannya melakukan penagihan atau pembelian atau pengambil alihan atau pengelolaan utang piutang suatu perusahaan dengan imbalan atau pembayaran tertentu dari perusahaan (klien).

Anjak piutang atau factoring merupakan suatu badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk pembelian dan atau pengalihan serta pengurusan piutang atau tagihan jangka pendek suatu perusahaan dari transaksi perdagangan dalam atau luar negri (keputusan Menteri Keuangan RI No.1251/KMK013/1988 tertanggal 20 Desember 1988)

Selanjutnya ditegaskan kembali dalam keputusan Menteri Keuangan No.172/KMK.06/2002 adalah: “badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk pembelian dan atau pengalihan serta pengurusan piutang atau tagihan jangka pendek suatu perusahaan dari transaksi perdagangan dalam dan luar negeri”.

Ada 3 perbedaan antara anjak piutang dan pinjaman:

  1. Penekanan anjak piutang adalah pada nilai piutang, bukan kelayakan kredit perusahaan
  2. Anjak piutang bukanlah suatu pinjaman, melainkan pembelian suatu asset (piutang)
  3. Pinjaman bank melibatkan 2 pihak, sedangkan anjak piutang melibatkan 3 pihak.

Dalam kegiatan anjak piutang terdapat tiga pihak yang terkait yaitu:

  • Kreditur atau Klien

Merupakan perusahaan yang menjual piutang dagang jangka pendek kepada perusahaan pembiayaan seperti menyerahkan tagihannya untuk ditagih atau dikelola atau diambil alih dengan cara dikelola atau dibeli sesuai perjanjian dan kesepakatan yang telah dibuat.

  • Perusahaan Anjak Piutang atau Factoring

Merupakan perusahaan yang akan mengambil alih atau dikelola piutang atau penjualan kredit debiturnya.

  • Debitur atau Nasabah

Merupakan pihak yang mempunyai masalah (utang) kepada kreditur atau klien.

Transaksi anjak piutang yang terjadi antara ketiga pihak diatas dimulai dari adanya transaksi penjualan produk antara klien dengan nasabah secara kredit yang menimbulkan adanya utang-piutang diantara kedua belah pihak. Karena klien mebutuhkan perputaran uang yang cepat sehingga piutang atau tagihan tersebut dapat dijual sebagian atau seluruhnya dengan potongan kepada pihak ke tiga atau perusahaan anjak piutang sehingga debitur akan membayar langsung ke perusahaan anjak piutang dengan jumlah penuh sesuai dengan nilai tagihan.

Pihak yang terkait dengan anjak piutang mempunyai berbagai macam keuntungan, diantaranya;

  • Bagi perusahaan anjak piutang
  1. memperoleh keuntungan berupa fee dan biaya administrasi
  2. membantu menyelesaikan pertikaian diantara kreditur dan debitur
  3. membantu manajemen pihak kreditur dalam menyelenggarakan kredit
  • Bagi kreditur
  1. mengurangi resiko kerugian tak tertagihnya piutang
  2. memperbaiki sistem administrasi yang kurang baik
  3. memperlancar kegiatan usaha
  4. kreditur dapat lebih berkosentrasi ke usaha lain
  • Bagi Debitur
  1. memperbaiki motovasi untuk segera membayar utang secepatnya

KEGIATAN ANJAK PIUTANG

Berdasarkan peraturan Menteri Keuangan no.84/PMK.012/2006 tentang perusahaan pembiayaan pasal 4 :

Kegiatan anjak piutang dilakukan dalam bentuk pembelian piutang dagang jangka pendek suatu perusahaan berikut pengurusan atas piutang tersebut

Kegiatan anjak piutang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan dalam bentuk anjak piutang tanpa jaminan dari penjual piutang (without recourse) dan anjak piutang dengan jaminan dari penjual piutang (with recourse).

Sedangkan berdasarkan keputusan Menteri Keuangan no.1251 tahun 1988 tentang ketentuan dan tata cara pelaksanann lembaga pembiayaan, kegiatan anjak piutang terdiri dari:

  1. pengambilan tagihan suatu perusahaan dengan fee tertentu
  2. pembelian piutang perusahaan dalam suatu transaksi perdagangan dengan harga yang sesuai dengan kesepakatan
  3. mengelola usaha penjualan kredit suatu perusahaan, artinya perusahaan anjak piutang dapat mengelola kegiatan administrasi atau perusahaan sesuai kesepakatan.

Imbalan yang diterima oleh perusahaan anjak piutang baik beruapa service charge, provisi, dan diskon, akan dicatat secara akrual sehingga pada saat penandatanganan perjanjian akan di akui pajak terutang. Dasar pengenaan pajak atas penyerahan jasa anjak piutang adalah 5% dari jumlah imbalan yang di terima dan pajak masukan yang berhubungan dengan kegiatan anajak piutang tidak dapat di kreditkan.

Keuntungan yang diperoleh perusahaan anjak piutang berasal dari jasa yang diberikan kepada klien berupa:

  • Jasa Pembiayaan (Financing Service)

Perusahaan anjak piutang melakukan pembayaran dimuka (prefinancing) kepada klien yang besarnya tergantung dari kesepakatan kedua belah pihak. Kontrak dibuat dengan with recourse/without recourse. Besarnya pembiayaan dilakukan sekitar 60%-80% dari total piutang setelah dilakuakn kontrak dan bukti-bukti penjualan.

  • Jasa Non-Pembiayaan (Non Financing Service)

Perusahaan anjak piutang memberikan jasa pengelolaan administrasi kredit yang terdiri dari:

  1. analisis kelayakan suatu kredit
  2. melakukan analisis kredit
  3. pengawasan administrasi kredit termasuk pengendaliannya
  4. perlindungan terhadap suatu resiko kredit

SUMBER:

id.wikipedia.org/wiki/anjak_piutang

zonaekis.com/pengertian-anjak-piutang/

zonaekis.com/manfaat-anjak-poutang/

ekonomiwae.wordpress.com/2010/01/10/anjak-piutang

Filed under: tugas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: